Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Gugum Ridho Putra, saat menjadi narasumber Sekolah Legislativa, Minggu (24/5/2026), di kantor DPRD DIY. (GRP Official/Daffa)
Legislasi untuk Perubahan, Sekolah Legislativa Hadirkan Gugum Ridho Putra : Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Gugum Ridho Putra, saat menjadi narasumber Sekolah Legislativa, Minggu (24/5/2026), di kantor DPRD DIY. (GRP Official/Daffa)
Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Gugum Ridho Putra, saat menjadi narasumber Sekolah Legislativa, Minggu (24/5/2026), di kantor DPRD DIY. (GRP Official/Daffa)

Legislasi untuk Perubahan, Sekolah Legislativa Hadirkan Gugum Ridho Putra

/ Jogjawarta

Kaum muda diserukan untuk terlibat aktif dalam setiap legislasi di berbagai ranah demi perbaikan sistem politik dan pemerintahan.


SURYATMAJAN, Gedong Tengen | Hari libur tidak menyurutkan langkah Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (DPM KM Unjaya) untuk membaktikan diri pada bangsa dan negara.

Pada Minggu (24/5/2026), mereka menggelar program kerja strategis bertajuk ‘Sekolah Legislativa’. Dengan mengangkat tema ‘Mencetak Legislator Muda Melalui Pemahaman Legislasi dan Kesadaran Konstitusional’, acara terlaksana di kantor DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta.

“DPM KM Unjaya hadir untuk memfasilitasi kaum muda yang ingin menjadi bagian dari perubahan. Acara ini dirancang jauh-jauh hari untuk optimalisasi pelaksanaan, dimulai dengan pendaftaran pada rentang waktu 13 April hingga 22 Mei 2026, lalu technical meeting pada 22 Mei 2026, dan akhirnya Hari-H pelaksana,” ujar Ketua DPM KM Unjaya, Marcell E.O. kepada Jogja Daily.

Panitia menyuguhkan benefit yang didapatkan dari Sekolah Legislativa, di antaranya ilmu mengenai tata negara dari pakarnya,  e-Sertifikat hard-file,  simulasi rapat secara langsung, dan sarana memperluas relasi.

“Sekolah Legislativa 2026 menghadirkan seorang pengacara konstitusi tingkat nasional, yakni Gugum Ridho Putra, serta Dosen Hukum Tata Negara Unjaya, Muhammad Zaki Mubarrak. Dengan hadirnya narasumber kompeten, kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton dalam sistem hukum, tetapi bagian dari pembentuknya,” ucap aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini.

Acara berlangsung khidmat berikut dinamika forum yang produktif. Sebagian peserta mempersoalkan praktik legislasi yang semakin memprihatinkan. Sebagian lagi menanyakan positioning yang tepat bagi gerakan mahasiswa atas perubahan sistem perpolitikan Indonesia termutakhir.

Bermula dari Perubahan Kecil

Salah satu narasumber, Muhammad Zaki Mubarrak, membuka cakrawala dedikasi seorang mahasiswa yang bukan hanya mengejar lulus dan ijazah, tanpa kualifikasi khusus. Kontribusi mereka semasa belajar di perguruan tinggi bagi perubahan dapat menjadi bekal penting pasca-lulus.

Ia berkisah, belasan tahun berkiprah dalam lingkup legislasi, senyatanya sumber daya manusia yang dibutuhkan adalah mereka yang berdedikasi pada perubahan, dari ranah terkecil kehidupan, sampai bangsa dan negara.

“Perubahan tidak harus muluk-muluk. Perubahan bisa dimulai dari diri sendiri dengan terus meningkatkan kemampuan. Berlanjut pada kepedulian pada kebutuhan akan legislasi di lingkungan kampus, mulai dari organisasi kemahasiswaan,” tutur praktisi hukum yang ahli dalam regulasi rumah susun di Indonesia tersebut.

Zaki menyemangati para peserta untuk tidak berkecil hati atas praktik legislasi yang masih jauh dari harapan. Perbaikan pendidikan hukum dari zaman ke zaman yang melahirkan generasi lebih baik dapat diandalkan untuk mengubah keadaan.

“Sekolah Legislativa sangatlah bermanfaat bagi Anda yang berhasrat untuk berubah menjadi lebih baik. Ketika keinginan itu ada, berarti kemudian memungkinkan Anda untuk terlibat dalam setiap upaya kelahiran legislasi yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

Menghapus Apatisme Politik

Sementara itu, narasumber lain, Gugum Ridho Putra, menandaskan betapa pentingnya kiprah kaum muda atas perubahan Republik. Jalur legislasi menjadi salah satunya. Legislasi, menurutnya, tidak dapat dilepaskan dari atmosfer politik dan kualitas kepemimpinan di semua tingkat.

Pengacara yang berpengalaman dalam kasus-kasus sengketa Pemilihan Umum (Pemilu) itu mengajak peserta untuk meneladani para Pendiri Bangsa yang tidak pantang menyerah dan berintegritas tinggi.

“Sejarah kemerdekaan Indonesia diwarnai oleh keteladanan luar biasa para pendahulu bangsa. Misalnya, Mohammad Natsir. Dalam kesederhanaannya, ia dipercaya memimpin Indonesia saat menjabat Perdana Menteri. Politisi Masyumi tersebut dikenal alim, religius, dan sangat nasionalis,” jelas Gugum berapi-api.

Praktik legislasi, lanjutnya, begitu erat dengan integritas para pemimpin. Kepemimpinan berkualitas hanya lahir dari panggung perpolitikan yang mumpuni. Politik mumpuni sangatlah membutuhkan sumbangsih generasi muda berkualitas.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut mengajak generasi muda untuk menghapus apatisme politik. Saatnya kaum muda berkiprah seoptimal mungkin bagi perbaikan bangsa dan negara melalui jalur hukum dan tentu saja, kepemimpinan politik.

“Wahai, Kaum Muda. Hapuslah apatisme politik dan mari menulis sejarah kepemimpinan bangsa oleh tangan kita sendiri,” pungkasnya penuh optimisme.


Berita Terkait

Mungkin Anda Tertarik