Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, saat Pengukuhan Pengurus IKG 2026-2031, Minggu (26/4/2026), di Auditorium BKN. (Humas IKG)
Merawat Entitas Gunungkidul : Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, saat Pengukuhan Pengurus IKG 2026-2031, Minggu (26/4/2026), di Auditorium BKN. (Humas IKG)
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, saat Pengukuhan Pengurus IKG 2026-2031, Minggu (26/4/2026), di Auditorium BKN. (Humas IKG)

Merawat Entitas Gunungkidul

/ Inspirasi

Ikatan Keluarga Gunungkidul berkomitmen untuk terus memberikan sumbangsih bagi Gunungkidul yang jauh lebih baik.


Tarsih Ekaputra
Kepala Humas Ikatan Keluarga Gunungkidul

 

Minggu (26/4/2026) menjadi saat istimewa bagi Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG). Kepengurusan periode 2026-2031 diresmikan penuh khidmat, bertempat di Auditorium Kantor Badan Kepegawaian Negara, Jakarta, serta dikukuhkan oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.

Bupati Endah menegaskan bahwa pengukuhan tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat peran organisasi dalam membangun daerah. Ia mengingatkan, pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup pembangunan mental dan spiritual, sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Bung Karno.

Menurutnya, kontribusi warga Gunungkidul di perantauan sangat penting. Sinergi antara pembangunan di kampung halaman dan dukungan diaspora menjadi kunci kemajuan Gunungkidul. Harapannya, kepengurusan yang baru mampu dalam menjembatani potensi warga perantauan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Apresiasi Bupati Gunungkidul bukan tanpa dasar. Konsistensi dan sinergi IKG dengan kekuatan solidaritas yang terus terjaga terus berupaya berdampak nyata bagi pembangunan Gunungkidul dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan jumlah anggota yang besar, IKG dinilai berpotensi strategis sebagai agen promosi daerah.

Tidak kurang lantang, dalam sambutannya, Ketua Umum IKG periode 2026–2031, Saimo, menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Eddy Sukirman yang telah berhasil membangun tata kelola organisasi secara guyub, rukun, dan harmonis.

Pengurus IKG adalah pelayan bagi sekitar 35 ribu warga Gunungkidul di Jabodetabek. Ada sejumlah 18 Koordinator Kapanewon, 7 Koordinator Wilayah, 144 Koordinator Kelurahan, dan 1.431 Koordinator Dusun.

IKG telah berkembang pesat dan menjadi ‘miniatur Gunungkidul’ di perantauan dengan struktur organisasi yang lengkap, serta memiliki berbagai aset, seperti sekolah, gamelan perunggu, wayang kulit, dan joglo IKG.

Memimpin IKG, Saimo menegaskan komitmennya untuk menjalankan Sapta Cita IKG sebagai arah strategis organisasi. Seluruh program akan dijalankan secara kolektif, kolegial, dan terukur.

Pertama, penguatan tata kelola organisasi sesuai AD/ART. Kedua, pengembangan unit usaha menuju kemandirian. Ketiga, pembangunan sekretariat IKG di Lingkungan Sekolah Budi Harapan. Keempat, peningkatan soliditas antarstruktur organisasi.

Kelima, penguatan kegiatan di bidang sosial, pendidikan, dan olahraga. Keenam, pelestarian budaya Gunungkidul secara khusus dan Jawa secara umum. Ketujuh, peningkatan sinergi kelembagaan dengan pemerintah daerah di Gunungkidul, Jabodetabek, Provinsi Banten, dan wilayah lainnya.

IKG kini telah berkembang pesat dengan total sekitar 1.600 organ organisasi, yang terdiri dari 18 Koordinator Kapanewon, 7 Koordinator Wilayah, 144 Koordinator Kelurahan, dan 1.431 Koordinator Dusun.

Berharap IKG terus menjadi wadah yang mempererat kebersamaan, solidaritas, dan semangat gotong royong warga Gunungkidul di perantauan, Saimo memberikan pernyataan penting, “Yang sudah mapan membantu yang sedang berjuang, sehingga bersama-sama dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan dan kemajuan Gunungkidul.”

Prioritas SDM Lokal Berkualitas

Dalam pandangan IKG, Gunungkidul tidak lagi diartikan sebagai wilayah administratif, tapi sebuah entitas. Apa pun yang ada hubungannya dengan Gunungkidul itulah entitas yang dimaksud, termasuk para diaspora. Namun, untuk melihat eksistensi IKG, Gunungkidul sendiri sebagai wilayah sesungguhnya, tetap monumen terbaik.

Sejauh ini, peran dan program IKG bagi peningkatan SDM lokal Gunungkidul yang nantinya akan diorientasikan untuk membangun Gunungkidul tetaplah prioritas utama.

Peningkatan SDM daerah sekian lama telah dilaksanakan oleh masing-masing koordinator kapanewon IKG dalam rupa program beasiswa pendidikan serta pendampingan usaha. Secara terpusat oleh Badan Pelaksana Harian, banyak lulusan SMK di Gunungkidul direkrut untuk bekerja di perusahaan yang dikelola oleh anggota atau pengurus IKG.

Pada Hari Ulang Tahun IKG ke-55 tahun lalu, sebanyak 1300 lulusan SMK di Gunungkidul disalurkan bekerja ke wilayah Kabupaten Kendal dan Jakarta.

Fokus IKG memang menjadi wadah atau rumah bagi diaspora Gunungkidul di Jabodetabek dan banten. IKG sedang memetakan dan mendata sekitar 35 ribu warga Gunungkidul yang ada di Jabodetabek. Praktis, pengembangannya lebih banyak di Jabodetabek. Meski demikian, sasarannya berdampak pada Gunungkidul.

IKG juga membangun sekolah bernama Budi Harapan, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP. Dengan spirit gotong royong, beberapa pengurus menjadi orang tua asuh.

Hal yang kemudian eksis di Gunungkidul, yakni supporting sosial dari IKG, seperti bedah rumah, dropping air saat kemarau, dan lainnya. Untuk Kepengurusan IKG periode 2026-2031, Bupati Gunungkidul masuk dalam Dewan Pertimbangan. Jadi, sinergi IKG dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dapat lebih baik.

IKG bersinergi rutin pula dalam event-event Daerah Istimewa Yogyakarta, semisal Grebeg Suro, Hari Jadi, atau bazaar ramadhan. Bukan hanya itu. Sebagian pengurus IKG turut berinvestasi di Gunungkidul melalui banyak program.

Kelak IKG akan membangun model-model pembangunan wilayah, misal di tingkat desa, untuk bersumbangsih langsung ke akar-rumput dan berorientasi jangka panjang. Tentu saja bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Telah 55 tahun IKG eksis dengan swadaya. Dalam rentang 5 tahun yang akan datang, IKG akan menggencarkan aktivasi dan menggenjot unit bisnis. Selain Sekolah Budi Harapan, ada beberapa unit usaha berupa travel dan koperasi yang akan terus dikuatrkan. Tidak lupa, pemberdayaan UMKM juga menjadi garapan IKG.

IKG telah berhasil merawat entitas Gunungkidul, dan semoga akan terus demikian. Dukungan dari semua pihak terus dibutuhkan demi masa depan Gunungkidul yang lebih baik.


Berita Terkait

Mungkin Anda Tertarik