Tiga Ucapan yang Disukai Allah
/ Inspirasi
Seorang Muslim hendaknya menimbang setiap kata sebelum diucapkan; apakah akan mendatangkan kebaikan atau justru kerusakan.
Miftahun Niam
Guru PAI SMA Masa Depan Yogyakarta
Kodrat manusia sebagai makhluk sosial membuat mereka untuk berinteraksi dengan sesama, berupa berbincang dan berdiskusi. Praktik membahas suatu hal menjadi bagian dari kehidupan manusia. Terlebih sekarang media sosial hadir sebagai ruang tanpa sekat yang menjadi fasilitas untuk melakukan interaksi tersebut.
Namun demikian, kebanyakan ucapan yang dilontarkan manusia tidaklah mengandung manfaat. Sementara Rasulullah Muhammad SAW bersabda bahwa keselamatan seseorang sangat bergantung pada kemampuannya dalam menjaga lisan.
Dari sekian banyak ucapan yang keluar dari mulut manusia, terdapat tiga jenis ucapan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Tiga ucapan itu berisi ajakan yang sangat dianjurkan dan amat disukai oleh-Nya.
Dalam Al-Quran, Allah SWT menyebutnya dengan ‘pembicaraan yang baik’. Ketiga hal tersebut ialah ajakan bersedekah, melakukan kebaikan, serta mendamaikan orang yang sedang berkonflik.
Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 114, “Tidak ada kebaikan pada banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali (pada pembicaraan rahasia) orang yang menyuruh bersedekah, (berbuat) kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Siapa yang berbuat demikian karena mencari ridha Allah, kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar.”
Pada ayat ini, Allah SWT memberikan penjelasan dengan sangat tegas bahwa tidak ada kebaikan dalam suatu perbincangan di antara manusia, kecuali di dalamnya terdapat ajakan untuk bersedekah dengan tujuan membantu sesama, ajakan berbuat baik, serta mendamaikan orang yang sedang berkonflik.
KH Bisri Mustofa dalam Tafsir Al-Ibriz Juz 5 halaman 242 menulis, “Kebanyakan ucapan itu tidak ada kebaikannya, kecuali orang yang memerintahkan sedekah atau memerintahkan amal baik atau mendamaikan di antara manusia. Barangsiapa yang melakukannya karena mengharap ridha Allah, Allah Ta’ala akan memberikan pahala yang besar.”
Tiga Perintah
Pertama, perintah bersedekah. Perintah bersedekah yang dimaksud, yakni anjuran membantu sesama manusia, terutama mereka yang sedang dalam kesulitan ekonomi, dengan tujuan berbuat baik kepada sesama.
Dalam ayat lain, QS Al-Baqarah ayat 195, Allah SWT berfirman, “Berinfaklah di jalan Allah. Janganlah menjerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
Kedua, perintah berbuat baik. Ucapan yang disukai oleh Allah SWT selanjutnya ialah ucapan yang mengajak untuk melakukan kebaikan, yaitu setiap perbuatan baik yang Allah perintahkan untuk dilakukan atau dianjurkan untuk dilakukan.
Sebagaimana Ibnu Jarir At-Thabari dalam Tafsir Jamiul Bayan Jilid 9 halaman 201 yang menulis, “Kebaikan ialah setiap perbuatan baik yang Allah perintahkan atau anjurkan untuk dilakukan.”
Selanjutnya, ucapan ketiga yang disukai Allah ialah ucapan berisi ajakan untuk mendamaikan pihak yang sedang berkonflik. Dengan tujuan untuk mengembalikan pihak yang bertikai dalam suatu persoalan menemukan jalan keluar terhadap masalah yang terjadi dan kembali rukun.
Imam Ibnu Jarir berkata, “Mendamaikan di antara manusia maksudnya ialah mendamaikan orang yang sedang berkonflik dengan sesuatu yang Allah perbolehkan agar keduanya kembali dalam balutan kasih sayang dan satu kalimat yang sama sesuai yang diperintahkan Allah.”
Ucapan yang Baik
Ucapan seperti salam, doa, pujian yang tulus, serta kata-kata yang menenangkan hati orang lain termasuk dalam kategori yang disukai Allah SWT. Sebaliknya, ucapan yang menyakitkan, menghina, atau memecah belah sangat dibenci oleh-Nya.
Betapa banyak perselisihan yang terjadi hanya karena satu kalimat yang tidak terjaga. Dan betapa banyak pula hubungan yang kembali harmonis karena satu ucapan yang lembut dan penuh keikhlasan.
Oleh karenanya, seorang Muslim hendaknya menimbang setiap kata sebelum diucapkan; apakah akan mendatangkan kebaikan atau justru kerusakan. Marilah kita merenung kembali bagaimana kita berucap selama ini; apakah ucapan kita lebih sering digunakan untuk hal yang bermanfaat atau justru sebaliknya.
Tiga jenis ucapan tersebut adalah amalan sederhana, namun memiliki nilai besar di sisi Allah. Jika kita mampu menjaga lisan dengan tiga hal ini maka kehidupan kita akan dipenuhi keberkahan, ketenangan, dan ridha Ilahi.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa menjaga lisan dan menggunakan setiap kata untuk kebaikan.
